MAKNA KEMERDEKAAN UNTUK PARA GURU

Oleh: Ade Nurdin

Sertifikasi guru merupakan salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa kita  yang sedang terpuruk. Saat ini raport pendidikan kita ditingkat internasional sangat buruk. Bahkan, jauh tertinggal oleh negara tetangganya, yaitu Malasyia yang konon, dulu sangat membutuhkan guru dari negeri kita. Katanya, dulu  guru-guru dari negeri kita banyak yang mengajar di sana. Benar-benar sebuah penghargaan yang sangat baik.

Dalam pandangan pemerintah, salah satu penyebab keterpurukan ini adalah  kualitas guru yang sangat rendah. Mereka miskin metoda pengajaran dan informasi tentang perkembangan dunia pendidikan yang sedang terjadi di dunia luar. Akibatnya, cakrawala pemikiran para pelajar pun ikut tertinggal. Bahkan, jauh tertinggal dari para gurunya. Padahal, mereka akan mengalami zaman yang tidak dialami oleh  gurunya. Sebuah zaman yang diramalkan akan menghanyutkan manusia buta pendidikan ke samudra keterbelakangan dan gelombang keterpurukan.

Adapun salah satu penyebab keterbelakangan para guru, masih menurut pemerintah kerena  penghargaan kepada mereka yang sangat tidak layak. Penghasilan para guru sangat minim. Kehidupan mereka tidak atau kuarang terjamin. Dampaknya, bagi para guru daripada memikirkan cara mengajar agar anak didiknya berhasil lebih baik mencari tambahan pengahasilan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Dengan ketidaklayakan ini banyak guru yang enggan melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Tugas mengajar sangat tidak terpogram dan asal-asalan. Pokoknya, tidak ada usaha untuk meningkatkan mutu profesi keguruannya. Hal ini berimplikasi terhadap ketidaktahuan dan keengganan guru untuk mencari alternatif-alternatif pengajaran ketika sulit mengajarkan salah satu bahan ajar.

Adapun kreativitas mencari alternatif-alternatif tersebut dapat diperoleh sang guru dibangku pendidikan yang tinggi.  Oleh karena itu, tanpa sekolah yang tinggi para guru akan banyak menghadapi masalah yang sulit ketika di lapangan menghadapi anak didiknya.

Oleh karena itu, pemerintah merasa perlu meningkatkan taraf hidup dan pendapatan mereka. Adapun salah satu cara yang ditempuh pemerintah adalah sertifikasi.  Solusi di atas bisa dikatakan benar bila penyebab utama hilangnya kualitas para guru  dalam mencerdaskan generasi bangsanya adalah faktor keterbelakangan ekonomi. Sebab, mau kuliah bagaimana apabila gajih mereka pas-pasan.

Rencana pemerintah ini ternyata membawa perubahan. Buktinya, mayoritas  guru kini telah berada di bangku kuliah. Bahkan yang sudah duduk di bangku kuliah, punya tuntunan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Seminar-seminar tentang pendidikan diadakan dimana-mana. Bahkan, sertifikat-sertifikat penataran  dan seminar pendidikan laku keras, sehingga membawa berkah bagi para penyelenggara. Bahkan obrolan hangat para guru saat ini adalah sekitar persoalan sertifikasi.

Namun, benarkah program pemerintah ini akan mampu mendongkrak kualitas pendidikan kita, paling tidak mendekati negara tetangganya itu? Mungkin jawabannya tidak bisa hari ini, karena program ini untuk jangka panjang. Walaupun demikian, ada  yang harus diperhatikan dan diwaspadai, jangan-jangan dengan sertifikasi  bukan meningkatnya kualitas pendidikan, karena para gurunya sudah banyak menguasai metoda pengajaran dan mempraktekannya dilapangan. Tetapi justru sebaliknya, para guru yang belum lolos disibukkan  mengurus persyaratan administrasinya dan mengumpulkan point sebanyak-banyaknya agar bisa mencapai target. Sedangkan guru yang sudah lolos  terninabobokan dengan pendapatannya hari ini dan ingin terus menigkatkannya. Kalau sudah demikian, idealisme kebangsaan kita akan terkikis habis dan digantikan oleh fikiran  dan keinginan pragmatis untuk mencari keuntungan semata. Selain itu, dalam angan-angannya tidak ada secercah keinginan pun untuk mengangkat mutu pendidikan anak bangsa ini. Padahal idealisme itulah yang dulu pernah mengangkat martabat pendidikan bangsa ini yang sekaligus mengangkat martabat pemilik bangsanya  di mata dunia.

Oleh karena itu, peringatan hari kemerdekaan tahun ini harus dijadikan awal kemerdekaan bagi para guru untuk melaksanakan idealisme ini, serta menjauhkannya dari sekat-sekat keinginan pragmatis yang akan mengganggu dan menghancurkannya.

*) Diterbitkan di Pikiran Rakyat (Forum Guru, 26 Agustus 2010)

Perihal pesantrenpersis19garut
Memahami, Mengamalkan, dan Mendakwahkan Islam

2 Responses to MAKNA KEMERDEKAAN UNTUK PARA GURU

  1. Do’a untuk Guru dan Teman
    Ya Allah…Ya Tuhan kami
    Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

    Pada hari ini kami berkumpul di tempat, dimana kami
    belajar menuntut ilmu
    dengan harapan kelak menjadi manusia
    yang berguna bagi keluarga dan bangsa

    Dan pada hari ini pula
    kami bertemu dengan teman kami belajar
    serta para Guru yang kami cintai

    Ya Allah Ya Tuhan kami
    Beri kami petunjuk dan hidayahMU
    Agar kami selalu berjalan
    dijalan yang Engkau ridloi
    Jalannya orang orang yang Engkau cintai

    Berikan kami cintaMU
    dan cintanya orang orang yang mencintaiMU
    Agar kami bisa selalu mengasihi sesama kami
    Bisa mencintai anak anak kami
    dan mendidik mereka
    menjadi orang yang lebih baik dari kami

    Bisa mencintai dan menghormati guru guru kami
    Yang menjadikan kami
    manusia yang berguna bagi diri dan negeri ini

    Ya Allah ..Ya Tuhan kami

    Berikan kami kekuatan
    untuk selalu berbuat benar
    Agar kelak anak cucu kami dapat merasakan perbuatan kami
    dan bangga dengan karya dan karsa orang tuanya

    Berikan kami keberanian
    untuk selalu berkata yang benar adalah benar
    Dan yang salah adalah salah
    Sehingga kebenaran
    selalu menyertai langkah dan tujuan kami

    Berikan kami
    kerendahan hati
    agar selalu bisa menerima yang baik
    dan selalu berbuat baik

    Ya Allah ..Ya Tuhan kami

    Kami adalah hambaMU
    Yang tak luput dari salah dan dosa
    Ampunilah dosa dosa kami
    dan dosanya guru guru dan teman teman
    yang telah mendahului kami

    Berikan kepada guru guru kami
    kesehatan, kekuatan dan kemuliaan
    agar beliau masih bisa melihat hasil anak didiknya
    hasil jerih payah dan pengorbanannya

    Yang menjadikan kelas sebagai ruang ibadahnya
    Yang menjadikan murid sebagai ladang amalnya
    Yang menjadikan buku sebagai tuntunan cintanya pada kami
    sebagai dasar kecintaan dalam mendidik kami

    Yang menjadikan kami dari jelaga hitam yang kotor
    menjadi pewangi dan melati
    yang mengharumi dunia sekitar kami dengan karya
    hasil ajaran guru guru kami

    Ya Allah ..Ya Tuhan kami

    Jadikan kami
    menjadi murid selamanya,
    agar kami selalu ingin belajar
    dan terus mendidik anak cucu kami
    yang kelak menjadi pejuang bangsa
    yang mampu mengangkat harkat dan kehormatan orang tua
    dan mampu memajukan bangsanya

    Dan yang terakhir Tuhanku
    Jadikan ajaran guru kami
    sebagai amal jariah, amal ibadah mereka
    yang tak pernah berhenti mengalir
    karena kami berusaha untuk selalu mengamalkannya
    dan kami ajarkan kembali
    pada anak cucu kami

    رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةً۬ وَفِى ٱلۡأَخِرَةِ حَسَنَةً۬ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: